# RILIS PERS

**Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan**
**Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan**

---

## Tanggapan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan terhadap Isu Perlindungan Peternak Ayam Petelur Kalsel

**Banjarbaru, 17 Juli 2026** — Menanggapi pemberitaan mengenai permintaan perlindungan peternak ayam petelur Kalimantan Selatan dari gempuran telur luar daerah yang disampaikan oleh Saudara Firman Yusi, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dalam Rapat Kerja pembahasan KUA-PPAS TA 2027, Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan hal-hal berikut:

### 1. Apresiasi dan Keterbukaan

Kami menyambut baik dan mengapresiasi setiap masukan dari DPRD Provinsi Kalimantan Selatan. Isu yang diangkat oleh Saudara Firman Yusi merupakan persoalan strategis yang memang sedang menjadi perhatian serius Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan. Perlindungan peternak lokal dan ketahanan pangan daerah adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.

### 2. Pemetaan Masalah

Kami mengakui bahwa terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi peternak ayam petelur lokal, antara lain:

- **Tingginya biaya pakan ternak** yang menjadi komponen biaya produksi terbesar (60–70%), dipicu ketergantungan bahan baku pakan dari luar daerah.
- **Masuknya telur dari luar daerah** dengan harga lebih kompetitif, yang menekan harga jual telur lokal di pasar.
- **Keterbatasan kapasitas kelembagaan peternak** dalam hal akses pasar, negosiasi harga, dan skala ekonomi.

Namun, perlu kami luruskan bahwa rendahnya daya saing peternak lokal **bukan disebabkan oleh produktivitas** yang rendah. Peternak ayam petelur Kalsel memiliki kualitas produksi yang baik. Persoalan utama berada pada struktur biaya produksi dan tataniaga yang belum optimal.

### 3. Langkah Konkret yang Sedang dan Akan Dilakukan

Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan telah dan akan terus melaksanakan berbagai program strategis, antara lain:

**a. Pengembangan Industri Pakan Berbasis Bahan Baku Lokal**
- Melakukan kajian pemanfaatan bahan baku pakan alternatif lokal (limbah perkebunan, limbah pertanian, ikan rucah) untuk menurunkan ketergantungan pada bahan pakan impor.
- Memfasilitasi UMKM pakan ternak skala daerah untuk meningkatkan ketersediaan pakan dengan harga lebih terjangkau.

**b. Penguatan Kelembagaan Peternak**
- Pembinaan dan fasilitasi pembentukan kelompok peternak dan koperasi agar memiliki daya saing kolektif yang lebih kuat.
- Pendampingan dalam akses permodalan, manajemen usaha, dan pemasaran.

**c. Pengawasan dan Pengaturan Tataniaga**
- Memperkuat pengawasan arus masuk produk ternak dari luar daerah melalui koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan instansi terkait.
- Melakukan pemantauan harga dan ketersediaan telur di pasar untuk mencegah praktik perdagangan yang merugikan peternak lokal, dengan tetap menghormati mekanisme pasar dan ketentuan perdagangan antardaerah.

**d. Dukungan Teknis dan Insentif**
- Program bantuan teknis berupa pendampingan kesehatan hewan, vaksinasi, dan pelayanan reproduksi untuk menjaga produktivitas ternak.
- Fasilitasi distribusi melalui linkage antarpeternak dan pasar modern/tradisional di Kalsel.

**e. Penyusunan Kebijakan Strategis 2027**
- Isu perlindungan peternak ayam petelur akan menjadi salah satu prioritas dalam penyusunan program dan anggaran TA 2027, sebagaimana disampaikan dalam pembahasan KUA-PPAS.

### 4. Komitmen

Kami sepenuhnya sejar dengan pandangan bahwa **Pemerintah harus hadir agar peternak lokal memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan tidak kalah di rumah sendiri.** Bukan niat kami menutup perdagangan antardaerah, melainkan menciptakan iklim persaingan yang sehat dan berkeadilan.

Ketahanan pangan daerah adalah hal yang tidak bisa dikompromikan. Ketergantungan yang berlebihan terhadap pasokan dari luar daerah berpotensi mengganggu stabilitas pasokan dan harga ketika terjadi gangguan distribusi. Oleh karena itu, penguatan produksi lokal adalah investasi jangka panjang yang mutlak dilakukan.

### 5. Ajakan Kolaborasi

Kami membuka ruang dialog dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan — DPRD, akademisi, LSM, asosiasi peternak, dan masyarakat — untuk bersama-sama membangun sektor peternakan yang kuat, berdaya saing, dan mandiri di Kalimantan Selatan.

---

**Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan**
**Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan**

drh. Edi Santosa
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan
NIP. 197409182008031001

---

*Kontak: Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru.*
